ABOUT GABRIELLA

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Mauris sodales, libero vitae sollicitudin pretium, lectus augue tempor turpis, et pharetra velit magna a sapien. Etiam accumsan suscipit justo, id volutpat risus varius sit amet. Curabitur semper mi faucibus arcu hendrerit lobortis. Aenean ut ante vel elit scelerisque sodales vitae et velit. Maecenas suscipit nunc lorem.
Read More
  • Labels
  • Fashion

    JOIN US ON INSTAGRAM

    Recent in Sports

    Design

    Surat Bersayap Malaikat: Nyatanya, Jarak Bukan Penghapus

    Posting Komentar


    Kau jauh, tetapi bagiku menempuh jarak untuk menemuimu lebih dekat daripada ketika aku harus menempuh jarak untuk menemui kak Ilham yang tak pernah kurasakan sekalipun hembusan nafasnya. Untuk menemuimu tak pernah aku berfikir tentang rintangan-rintangan yang harus kulalui. Tak seperti ketika aku harus menemui alm kakakku, aku harus berfikir berulangkali, menata hati yang hampir karam, sebab seringkali aku tak mampu menguasai diri. Apalagi disana ada nisan bertuliskan nama alm kakung, yang mau tidak mau mengingatkanku tentang mimpi satu itu; telingaku.
    Aku mencintai alm kak Ilham, menyayanginya seperti halnya aku menyayangi orang-orang terdekatku. Padahal aku tak pernah sekalipun bertemu. Jangankan bertemu, rentang jarak kami sangat jauh. Berbilang tahun antara tahun ketika ia berkalang tanah dengan sebulir air mata ayah, dan ketika aku mulai mengenal dunia ini.
    Barangkali Allah telah mengenalkanku dengan kak Ilhamku di dunia sana jauh sebelum aku tertanam di rahim ibu. Aku mencintainya, sungguh.
    Aku merasa memilikinya ketika aku berada di puncak kesendirian. Ketika orang-orang sibuk dengan dunianya. Ketika aku terasing dengan duniaku yang sepi. Pun, ketika aku terpuruk dengan telinga yang selalu membayangi kemanapun langkahku pergi.
    Aku merasakan kehadirannya.
    Seperti yang kubaca di buku cerita saat aku masih berseragam merah jambu itu, bahwa seorang kakak laki-laki akan sangat sayang kepada adik kecilnya.
    Kata ayah, kak Ilham gemuk, cakep, putih. Tetap ganteng meski nyawanya tak bersemayam di badannya lagi. Bagus, kata ibu. Dan aku pernah menyalahkan takdir kenapa rumah sakit umum saat itu menelantarkan ibu hingga ibu harus dirujuk ke Semarang, rumah sakit provinsi. Detak jantung di rahim ibu berhenti. Kak Ilham pergi sebelum ia merasakan bagaimana udara di dunia ini.
    Dhawuh yai menyadarkanku dari persepsi bodohku, kak Ilham adalah tabungan ayah-ibu. Tabungan yang-insya Allah akan menolongnya ketika hari akhir bertandang.
    Aku masih saja tak bisa berhenti mencintainya. Cinta seorang adik kepada kakaknya yang ingin dijumpainya, meski di alam yang tak lagi sama. Yang memacuku untuk terus memperbaiki diri, agar bisa merasakan dekapan seorang kakak yang selalu dirindui kehadirannya. Berimajinasi tentangnya ketika tenggelam dalam keterpurukan.
    Rupanya Allah tak menunggu aku berada di alam lain untuk mengabulkan pintaku. Allah mengirimkanmu. Kau, yang berada di seberang lautan. Yang telah membuat orang-orang tercengang tentang ketulusanmu menyayangiku. Yang membuatku semakin yakin bahwa mereka, mbak yang selalu kurindu, tidak berkurang sedikit pun kasih sayangnya untukku. Hanya terhalang dengan kesibukan mereka, kewajiban mereka terhadap keluarganya.
    Lalu, untuk seorang kakak yang hanya kukenal melalui cerita dan kuburnya saja aku tak pernah bisa berhenti mencintainya. Bagaimana denganmu yang pernah kurasakan kasih sayangmu?
    Aku merindukan kehasiranmu.
    Jarak ternyata bukan penghapus rasa. Ianya justru menjadi pupuk rindu, mebuat rindu ini semakin memuncak.
    Aku berharap, semoga kerinduan ini menjadi pemacu bagiku untuk selalu memperbaiki dir.
    Rindu ini, membuatku tak sabar untuk segera menghadap, merapalkan doa-doa yang terukir namamu.

    Maghrib, 17 Maret 2013
    Widi Utami
    Widi Utami
    Pengagum pelangi, penikmat coklat, penggila ungu yang mencoba untu terus berbagi sebagi wujud untuk mensyukuri nikmat Robbuna yang luaar biasa.

    Related Posts

    There is no other posts in this category.

    Posting Komentar