Tetapi, sungguh mati aku, ternyata tak semudah yang kubayangkan. Ada sisi pada dirimu yang belum kupahami.
Salahkah jika aku meminta sedikit saja waktumu?
Hanya ingin berbincang, tak lebih.
Nyatanya, aku dan kau berbeda.
Aku berpikir jika setidaknya perbincangan akan menghilangkan penatmu, meski hanya sedikit.
Dan kau beranggapan bahwa aku rewel.
Aku. Aku memendam rindu setiap hari.
Aku hanya mampu menebak.Memelukmu dalam doa. Menunggu pesanmu, meski hanya selarik.
Apalagi yang kutunggu setiap kali membuka laman biru itu jika bukan hadirmu?
Aku ingin bercerita banyak hal,
tentang anak kita yang menendang.
tentang sakit yang kutahan.
dan juga tentang rinduku padamu.
Aku kehabisan cara untuk membunuh rindu.
Aku menanti hadirmu, sungguh...

Posting Komentar