ABOUT GABRIELLA

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Mauris sodales, libero vitae sollicitudin pretium, lectus augue tempor turpis, et pharetra velit magna a sapien. Etiam accumsan suscipit justo, id volutpat risus varius sit amet. Curabitur semper mi faucibus arcu hendrerit lobortis. Aenean ut ante vel elit scelerisque sodales vitae et velit. Maecenas suscipit nunc lorem.
Read More
  • Labels
  • Fashion

    JOIN US ON INSTAGRAM

    Recent in Sports

    Design

    Ibu, Sambut Aku

    Posting Komentar
    Teruntukmu muslimah, yang mengaku calon Ibu.

    Ibu. Kelak, jika Robbuna menghendakiku bertanam di rahimmu. jika 'alaqoh telah terbentuk dan nyawaku telah tertiup. Saat itu cincin pertunanganku tersemat dalam qalbuku. Perjanjian telah disepakati, dengan materai bergadai iman.Dalam Segumpal darah telah terukir Kontrak dengan Robbuna, bertanda tangan nutfah dari Ayah.
    Ibu, jika kelak aku mulai mengenal sentuhan lembutmu. Bisiki aku dengan kalam Robbuna, kenalkan aku dengan untaian do'a yang terukir lembut dari mulutmu. Ajari aku berserah diri kepada-Nya dengan sujud panjang tahajud-Mu. Belai aku dengan dendang Sholawat, tuntun aku tuk mencintai Robbuna dan Baginda.
    Ibu, ajari aku kelembutan dengan hari-harimu yang penuh berkah. Kenalkan aku dengan dunia, ajari aku menghadapinya dengan kesabaranmu. Ajaklah aku ke majlis zikir Bu, dendangkan untaian suci itu di mulutmu. Sembari belai perutmu tuk membangunkanku dari tidurku, besar asaku tuk bisa merasakan tentram jiwamu. Bu, dengarkan lagu-lagu berirama lembut, rangsang otakku dengan alunan irama.
    Bu, jika tingkah lakuku dalam rahimmu membuatmu tak nyaman. Jangan mengumpatku, bu. Do'akan aku. Umpatanmu didengar Robbuna, bu. Kemuliaanmu membuka tabir do'a. Setiap kata itu do'a, bu.Tentu, Ibu tak mau aku berperangai bak iblis. Aku yakin, bu. Ibuku berhati mulia, ibuku malaikatku di dunia.
    Bu, sampaikan salamku kepada sanak saudaraku. Mintakan do'anya untukku, bu. Untaian Do'a melindungiku dari pengaruh Iblis laknat.
    Bu, jika semakin dekat waktuku tuk keluar dari rahimmu. Bebanmu kian bertambah, sakitmu kian mengiris. Berat badanmu kian membengkak. Ah, tentu ini cobaan yang berat untukmu, bu.
    Bu, jika kontraksi rahimmu kian melilit. Ketuban pecah, dan aku tak sanggup lagi bertahan dalam dunia nan gelap itu. Sabarkan hatimu, bu. Lafalkan untaian dzikir dalam mulutmu.
    Bu, jika kata bu bidan Ibu sudah harus mengejan. Jika kontraksi itu kian membuatmu tak tahan, jika keberadaanku membuatmu merasakan sakit yang luar biasa. Bertahanlah, bu. Dengan ijin Robbuna Ibu kuat. Dengan ijin Robbuna aku kan keluar dengan selamat.
    Bu, jika aku telah berada di dunia dengan selamat. Air mata kebahagiaanmu mengiringi kedatanganku, tangisku pecah memenuhi sudut ruangan. Hadiahi aku dengan gema Azan di telinga kananku, gema Iqamah di telinga kiriku. Itu hadiah terbesar dari apa pun, bu. Gema Azan dan Iqamah kan selalu tertanam dalam qalbuku.
    Bu, aku tahu permintaanku semakin membuat bebanmu kian berat. Aku tahu pengharapanku menguras energimu. Tapi, bu. Perjuanganmu Itu hanya seujung kuku dibandingkan jika kelak ibu harus menghadapiku ketika aku terlanjur berteman iblis laknat.
    Bu, besar harapku tuk bisa membuatmu tersenyum bahagia. Besar harapku tuk menjadi bekalmu di yaumul akhir kelak.
    Bu, didik aku dengan belai kasih sayangmu. Didik aku dengan berpegang tarbiyah Rosul, dengan sebaik-baiknya tarbiyah.
    Namun, bu. Jika kelak aku harus berpisah denganmu. Jangan menangis, bu. Jangan berduka mendalam. Usap air matamu, bu. Iringi kepergianku dengan tangis keikhlasanmu, bu. Iringi aku dengan untaian do'amu.
    Jangan menyiksa dirimu, bu. Jangan membuatmu kian menderita karena kepergianku. Tersenyumlah, bu. Pasti Robbuna akan mengirimkan penggantiku untukmu.
    Bu, salam sayangku untukmu calon Ibuku. Salam rindu untukmu, wahai sang pemilik kunci surga. Salam cinta untukmu, wahai wanita berhati mulia.
    Bu, Sambut Aku.

    Aisyah Al-Khansa
    160410
    03.31 pm

    |teruntukmu semua yang kusayang. . Yang sedang berbahagia. . Ku tunggu keponakanku, I Luv U dedekk.|

    maaf, ga bs nyebut nama satu2, banyak kabar dapat momongan baru. Pokoknya, Barokallah!
    Widi Utami
    Widi Utami
    Pengagum pelangi, penikmat coklat, penggila ungu yang mencoba untu terus berbagi sebagi wujud untuk mensyukuri nikmat Robbuna yang luaar biasa.

    Related Posts

    Posting Komentar