PECEL, salah satu makanan yang sangat lezat. Terdiri dari sayur rebus, orang jawa bilang 'kluban' plus saus sambal kacang yang yummmy sedapnya.
Mereka yang orang jawa asli, terutama orang desa pasti merindukan makanan satu ini. Bahkan, salah satu kenalan saya, om Ubaidillah Mantabaz sampai menyebut pecel sebagai 'pizza jawa' karena saking rindunya. Hehew, Tak berlebihan jika belio berkata seperti itu, makanan ini lebih lezat dari pizza manapun.
Yah, tempo hari saya agak heran dengan salah satu teman saya yang tidak tahu apa itu pecel. Setahunya pecel itu ungkapan marah, ntah itu bahasa mana? Mungkin pembaca ada yang tahu?
Saya sendiri sangat merindukan pecel. Kegiatan sekolah yang menyita waktu, tidak memberi kesempatan kepada saya untuk menikmati pecel disiang hari. Biasanya, saya pulang sekolah akan berburu pecel di warung seberang.
Situasi ini, menuntut saya untuk tahu bagaimana cara membuat pecel.
Yah, itung itung mempersiapkan diri jadi Ibu yang jago masak, hehe
hmm, tidak susah kok. Asal kita telaten membuatnya, suatu hal tidak akan berhasil tanpa ketelatenan bukan?
Saya tidak akan membuat anda kesulitan, pecelnya tidak muluk-muluk.
Cukup pecel ala Ibu saya, yang saya jamin sedap! Haha
ok, siapkah anda?
Cari sayuran, terserah anda mau gunain sayuran apa. Saya lebih suka cari sayuran langsung di kebun, lebih segar lebih baik. Biasanya saya menggunakan: sawi pahit (sawi desa, pahit banget), bendot (sayuran liar, ntah apa bahasa indonesianya), kenikir, gleor (kacang panjang), kolbis (kol), dsb
sudah? Dicuci sampai bersih, saya sarankan mencuci dengan menggunakan air mengalir. Jangan gunakan baskom, karena kuman akan tetap setia menempel pada sayur.
Lalu direbus, dipotong sesuai selera,lebih lembut lebih cepat habis.
Eits, sudah sediain kacang goreng kan?
Sekarang tiba di stage, yang menurut saya paling menantang. Yaph! nguleg bumbu.
Garam, cabe, trasi, kulit/daun jeruk, bawang putih, mSG. Ditumbuk halus, jika sudah masukin kacang goreng dan tumbuk sampai halus.
Ada yang kurang? Ya iyalaah, kita butuh gula jawa! Masukin gula jawa secukupnya, tumbuk sampai halus.
Lalu tambahkan sedikit air, Campur dengan kluban yang telah dipotong.
Pecel siap disajikan sesuai selera.
Biasanya keluarga saya menikmati pecel bersama kriuk kriuk krupuk, orang menyebutnya krupuk Inul, saat digoreng krupuk itu akan menggoyang seperti goyangan inul. Hehe
Wow, mudah bukan? Tapi jangan berkecil hati saat mendapati pecel buatan anda kurang sedap. Dibutuhkan feeling yang tajam akan cita rasa. Sampai tulisan ini dibuat, pecel buatan saya masih cemplang (pinjam istilah Alwajid bocah tua)
selamat mencoba, untuk kakak-kakak saya yang hanya bisa merindukan pecel. . Selamat membayangkan! Jiahaha (piss :Dv)
yak, seperti biasa. Bukan wiDut namanya, jika pengalaman pertama tidak memalukan. Hehe
Ramadhan silam, Ibu sangat sibuk dengan persiapan idul fitri. Saya satu-satunya anak yang tersisa, harus menggantikan posisi Ibu.
Dari pagi saya kerjakan semuanya dengan lancar, tralalala. . Saya senang sekali. . Hehe
Kebetulan saya diajak Ayah ke kebun di terik siang. Sembari menunggu Ayah merumput, saya mencari sayur sampai celana saya belepotan blethok
selepas ashar, kebetulan hari itu TPA libur. Dengan membawa rasa peDe yang sangat tinggi, saya meracik bumbu bak koki handalan.
Tralala. . Stage per stage telah lewat, saya terlalu takut untuk mencicipi. Khawatir saya nelen sambal dan membatalkan puasa.
Akhirnya tiba juga waktu berbuka, dengan senyum mengembang saya sajikan pizza jawa di meja.
Selepas minum. Ayah mengambil sedikit pizza jawa itu.
Mmmmm "hoek!" tiba tiba Ayah memuntahkan pizza itu. "kenapa yah?" "pecelmu bumbune opo? Kamu kasih mrica?"
"iya yah, kukasih mrica 10 biji."
"haha. . Pantes lidahku kayak dibakar!"
cleppp, saya terdiam. Saya tak percaya dengan omongan ayah. Kucoba sendiri saja, dan. . . Wow! Lidahku panas, pedes, ato apalaaah. Yang jelas saya tak tahan >.<
-disela-sela kekecewaan karena pulsa blum nyampe jugaaa, substrat otak semakin membeku dengan jejalan angka angka nan menawan hati :D
_Aisyah Al Khansa
080310


Posting Komentar