ABOUT GABRIELLA

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Mauris sodales, libero vitae sollicitudin pretium, lectus augue tempor turpis, et pharetra velit magna a sapien. Etiam accumsan suscipit justo, id volutpat risus varius sit amet. Curabitur semper mi faucibus arcu hendrerit lobortis. Aenean ut ante vel elit scelerisque sodales vitae et velit. Maecenas suscipit nunc lorem.
Read More
  • Labels
  • Fashion

    JOIN US ON INSTAGRAM

    Recent in Sports

    Design

    SOBIS: Tak Sekedar Kursus Bahasa Isyarat

    Posting Komentar
    Bagi kita yang normal, mampu berbaur dengan teman-teman deaf adalah sebuah hal yang luar biasa. Jangankan kalian yang normal, aku yang deaf setengah pun berulangkali merasakan kebahagiaan tersendiri ketika berbaur dengan sahabat deaf.

    Untuk berkomunikasi dengan mereka tentu saja harus menyatukan bahasa. Kan nggak lucu jika orang Jawa berbahasa Jawa ngobrol dengan orang Sunda berbahasa Sunda? Open-mouthed smile Untuk itulah WALITURA mengadakan kursus bahasa isyarat gratis setiap dua minggu sekali di Selasar Kartini.

    500px-Isyarat_BisindoAku baru bergabung pertengahan Desember. Itu pun mbolos berulang-ulang lantaran sok sibuk. Latihan dimulai dengan pengenalan huruf abjad dengan bahasa Isyarat Indonesia dan bahasa isyarat Internasional lantas mengenal beberapa kata dalam bahasa isyarat. Baru menghafalkan huruf abjad rasanya otakku sudah diplintir-plintir. Apalagi saat itu aku tengah dikejutkan dengan ulah para senior yang asli lebay. (Peace Open-mouthed smile)

    Biasanya, jika aku mengalami kesulitan dalam pelajaran rasanya nyesek, ingin nangis. Apalagi saat ujian listening. Di SOBIS, saat aku lupa dengan sesuatu atau kesulitan mengingat kata-kata baru, aku malah tertawa puas. Menertawakan kesalahan mereka yang berulangkali berkata bahwa WiDut pintar lantaran aku menang karena sekolah di sekolah umum doang. Open-mouthed smile


    Tanganku menunjuk diriku sendiri, kemudian aku mengepalkan tangan dan kuletakkan di jidat sambil tertawa menang. Aku bodoh, kan!
    Beberapa orang melotot, apalagi tentorku sendiri. Mencibirku sambil melirik sebal. Ia menggoyangkan tangan sambil menggelengkan kepala. 

    Tidak-tidak!

    Aku mengulang kembali, kali ini dengan nama isyarat: abjad isyarat Internasional W di kedua tangan yang diperagakan seperti tengah membuka buku, berarti WiDut si tukang baca. Open-mouthed smile
    Widi bodoh!

    kak Adi, tentorku, semakin melotot. Menggeleng lebih cepat. Tangannya mengisyaratkan kepadaku untuk fokus melihatnya.

    Kamu bukan bodoh, tetapi malas belajar bahasa isyarat!

    Disambut anggukan kepala kak Sandi yang tengah mengajari bahasa Isyarat kepada mbak April. Mbak Puhan mengeluh, “Huuu, iya Widi tuh!” —Beuh, kenapa aku tidak bisa memanggilmu mbak Ayu seperti teman yang lain?--

    Aku tertawa, mencari alibi: Widi sibuk kuliah, wajar dong lupa.

    Aku tak hanya sekali-dua kali lupa. Beberapa sahabat pura-pura mendengus sebal. Entahlah, aku mengaku kalah. Waktuku terkuras untuk aktivitas di luar komuintas, bertemu dengan sahabat deaf terhitung sangat jarang. Waktuku lebih banyak untuk bertemu dengan sahabat-sahabat normal, berbincang layaknya mereka. Bahasa isyaratku sedikit terbengkalai lantaran tak pernah diasah di luar pertemuan WALITURA. Tetapi, ada satu hal yang membuatku sedikit menghargai diri, kini aku mampu berbincang dengan mereka. Mengerti apa yang mereka bicarakan, meskipun belum mampu menjawab atau berkata-kata isyarat dengan lancar.

    Well, inilah ocehan manusia setengah deaf—byuh, untung bukan setengah dewa – yang belum mampu menguasai bahasa sahabat-sahabatnya. Seseorang yang menyayangi mereka, namun acapkali lupa apakah nama isyaratnya. Seseorang yang ingin berbuat sesuatu, tetapi justru merekalah yang seringkali menguatkan aku untuk terus melangkah.

    Aku belajar banyak saat SOBIS. Belajar untuk mengalahkan ego pribadi saat berbincang. Bagaimana mengelola rasa untuk mengerti isyarat mereka dan berusaha agar mereka mengerti pembicaraan kita. Berbagi tawa. Berbagi kebahagiaan. Mencoba untuk serius, meski tetap saja tak mampu menahan bakat ngusil.

    Dan, kuacungkan jari kelingking, telunjuk dan jempol kepada kalian, Dear.

    Yes, I Do Love You ALL Smile
    Terimakasih Smile
    WiDut <3
    Jelang Maghrib, Minggu, 13 April 2014
    Yippi, Bagi sahabat yang ingin bergabung, ayuuuukkk. Merapat ke Selasar Kartini dan menjadi sahabat bagi teman-teman deaf. jika ingin bertanya lebih banyak, ngoceh saja di inbox WiDut yak. (*modus :v
    Widi Utami
    Widi Utami
    Pengagum pelangi, penikmat coklat, penggila ungu yang mencoba untu terus berbagi sebagi wujud untuk mensyukuri nikmat Robbuna yang luaar biasa.

    Related Posts

    Posting Komentar